Deritaku menjerit dalam kalbu

Menyusup sukmaku mengaduh
Beriak-riak dalam gelas tertutup
Tak sampai akhir pecah bertumpah

Deritaku ialah urat kehidupan
Berbagai nyawa pun berharap
Tak terkecuali Dia yang menjadikan
Namun khilafku lepas tak bertuan
Oh deritaku nyata kuungkapkan
Sebelum masa lelah telah habis
Berharap setitik senyum mentari
Segala hanya secercah harapan
Deritaku buat langitmu membiru
Berbias pada senyum merekah
Berhambur bagai salju-salju berjatuhan
Dan meleleh tangisan airmata
Deritaku bagai akar-akaran
Menancap kuat dalam pekatnya tanah
Berserabut, bercabang, dan berkesinambungan
Akar itu lama hingga sakit bernanah

Kini, deritaku berakhirlah sudah…

Otista, 07/02/13



picture from Google