Karawang – Para korban banjir Karawang, khususnya warga desa Teluk Buyung, kecamatan Pakis Jaya, mengeluhkan minimnya posko-posko sebagai tempat untuk menyuplai kebutuhan logistik dan posko kesehatan. Mereka mengungkapkan, kurangnya posko-posko yang didirikan di sekitar lokasi banjir membuat sebagian di antara mereka tidak merasakan bantuan logistik yang ada.

“Jujur katanya kita dapet bantuan dari pemerintah, tapi sampai hari kelima banjir kami nggak nerima apa-apa, Pak. Mungkin cara baginya yang nggak rata atau gimana deh,” jelas seorang ibu sambil menggendong balitanya.
Meski di hari ke- lima banjir sudah mulai surut dan beberapa di antara mereka tengah sibuk membersihkan lumpur-lumpur sisa banjir di rumah masing-masing, mereka juga menyayangkan adanya info-info terkait bantuan untuk para korban banjir. Entah info tersebut benar adanya atau hanya isu belaka.
“Karena kita tidak dapat bantuan logistik yang katanya berupa beras, setiap hari kami hanya makan mie rebus satu untuk tiga orang, Pak,” lanjutnya dengan mata berkaca-kaca.
Di samping mengeluhkan kondisi mereka saat ini, mereka juga berterima kasih atas didirikannya posko kesehatan oleh lembaga-lembaga swadaya seperti; Islamic Medical Service (IMS). Posko-posko seperti ini sangat mereka butuhkan, mengingat harta benda mereka yang ada di rumah sudah terendam banjir dan penyakit-penyakit mulai menjangkit.
Selain kebutuhan logistik yang mereka butuhkan, mereka juga mengharapkan posko-posko kesehatan pasca banjir didirikan lagi untuk hari selanjutnya. Dan mayoritas, para korban banjir akibat dari meluapnya sungai Citarum tersebut menderita penyakit kulit. Oleh karena itu, tim medis Islamic Medical Service (IMS) membutuhkan suplai obat kulit, berupa salep lebih banyak lagi.
“Saya minta tolong sekali, untuk hari selanjutnya tetap ada posko kesehatan seperti ini. Dan kalau memang ada teman-teman Bapak yang siap bantu kami berupa bahan seperti beras, mie, kami sangat berterima kasih sekali,” kata Abdul Kholil, salah seorang tokoh masyarakat setempat. [Ghofar/IMS]