Ulasan Cerpen “NINGRUM” Karya Ghofar El Ghifary

Ningrum adalah seorang wanita yang selalu mengharapkan keaslian cinta dari pria yang mengagungkannya sebagai pelabuhan terindah yang layak untuk dikasihi. Januar, kekasihnya pada masa sekolah adalah pria yang ia harapkan mampu berperan sebagai kesatria istimewa yang mampu menjadi kunci lalu lalang kisah asmaranya. Namun, ternyata waktu menunjukkan tajinya dan dapat mengubah segala sesuatu.

Sebagai seorang dewasa, Januar mencoba menawarkan berbagai suguhan kenikmatan nurani kepada Ningrum dengan melontarkan beberapa bait janji-janji cintanya. Tak bisa disangkalkan, wanita mana yang tak luluh meski tak yakin saat orang yang begitu ia cinta berucap tentang kebahagiaan bersama dengan kalimat-kalimat meyakinkan.

Dalam tulisannya ini, penulis ingin menggambarkan betapa tulus dan setianya seorang wanita saat benar-benar mencinta. Tak tanggung, ia rela menyia-nyiakan waktu hanya demi menunggu kehadiran kekasihnya sebagai bukti dari janji-janjinya untuk Ningrum nikmati. Lima tahun Ningrum menunggu, namun tak juga hadir berita yang jelas tentang Januar. Sungguh penggambaran dua sifat yang begitu kontras. Dilema yang tercipta dalam diri Ningrum dimulai saat ia merasa lelah menanti kepastian hati, dan kemudian ibunya hadir membawa solusi.

Saat Ali mulai muncul dalam kehidupan Ningrum, penulis ingin mengajak untuk mengingat tentang teori religi klasik yang berkata, “pria baik-baik hanya untuk wanita baik-baik. Begitupun sebaliknya, wanita baik-baik disediakan hanya untuk pria baik-baik”.

Keikhlasan cinta Ningrum yang akhirnya dikhianati oleh Januar, dibayar tuntas dengan kehadiran Ali yang mampu menyajikan kebahagiaan nyata bagi Ningrum. Sebuah kisah singkat yang mampu memberikan buah segar dari kesabaran dan kesetiaan.

Untuk membaca cerpen “Ningrum”, silakan klik

Majalah SUTERA-Edisi XV/Juni-Juli 2012

Picture from Google