aku, bukanlah siapa-siapa tanpamu
aku, hanyalah manusia biasa yang terasa luar biasa karenamu
ingatkah ikrar kita tuk merajut asa, cita
yakni sarjana bersama-sama..
masih ingkatkah kisahku kala itu,
aku adalah seonggok daging tak bermutu
tergeletak pasrah di atas dipan pesakitan
merengek haru dalam dekapan penyakit yang mematikan
mencari warasyang tak kunjung datang
lantas, semua itu kudapatkan atas jasa-jasamu sahabatku
kini, aku hanya ingin mengejar cintaku
namun, mengapa kau begitu berat terima itu
kau gunjing aku di sana dan di sini,
kau nikmati infotainment tentangku laiknya di tivi
entah sampai kapan? mungkin sampai aku mati!
tingkahmu itu membuatku terasa gerah
pernahkah kau menatapku marah, berulang-ulang sudah
aku diam, gundah, gelisah, lemah lunglai menahan amarah
menatap kosong dan mengharap senyum dari wajahmu
sungguh! sungguh aku mengharap senyum-mu yang sudah-sudah
ke mana segala asa kita yang sempat terencana indah
jiwaku, ragaku, menginginkan semua itu kembali indah
oh Tuhan! Sang Pencipta Keindahan!
aku rindu, oh sahabatku
Jakarta, Juni 2012