Raga itu menunggumu…

Di bawah temaram pijar ia mendendangkanmu
Ingin rasanya meretas segala resah tanpamu, hapuskan semacam kehidupan semu
Tebarkan semua kasih sayang, dari kisah sayang tanpa kepedihan
Rintihnya hendak binasakan segala asa yang telah pudar
Memudar perlahan, diam, memudar lagi, sampai terasa akan hilang
Jangan biarkan jemarinya lusuh, menunggu sapaan hangat dari hatimu yang utuh
Tanpa berbagi pada mereka yang telah lebih dulu dapatkan itu
Sekiranya ia dapat menggapaimu, bukan hal mustahil ia gapai segala rasa yang kaumiliki
Bersama dengan rasanya, menyulam benang-benang asa hingga asmara
Akankah kau tahu itu. Relung jiwa yang terasa sepi akibat sendiri
Pernahkah kau resapi, seperti yang ia resapi kini
Ternyata aku tahu, aku tahu dari semua kenyataan hidupmu
Nyatanya rasa itu tak selalu indah seperti yang ia mau, hanya menjelma benalu
Tak pernahkah kau perdulikan rasanya, bahkan jelas enggan mengakuinya
Tak akan pernah kau mengerti, sebelum kau pun terjatuh mengaduh

Jakarta, September 2012

Picture from Google