(Mading ‘Dwi-Mingguan’ edisi ke-XVIII, 1/3/2012)

BAHAYA TIKUS

membawa berbagai penyakit kepada manusia. Penularannya bisa melalui gigitan, kencing dan kutu yang terdapat pada tubuhnya :

1.    Penyakit Leptospirosis (Penyakit Kencing Tikus)

Urine tikus yang mengandung bibit penyakit leptospirosis dapat mencemari air di kamar mandi atau makanan yang tidak disimpan pada tempat yang aman. Risiko kematian akibat penyakit ini? Angka kematian akibat leptospirosis tergolong tinggi, mencapai 2,5 sampai 16,45 persen atau rata-rata 7,1 persen. Penyakit ini dijangkiti melalui kutu yang terdapat pada badan tikus (Xenopsylla cheopis) berupaya melompat dan bergantung pada bulu roma manusia.

2.    Riketsia

Penyakit ini berlaku akibat terjangkit bakteria yang dipindahkan melalui melalui gigitan tungau yang terdapat pada badan tikus. Tanda-tandanya ialah demam, radang paru-paru, benkak kelenjar linfa, alahan dan kekeliruan mental.

3.    Leptospirosis

Tikus bertindak sebagai pembawanya di mana bakteri yang dipindahkan melalui makanan dan minuman tercemar oleh kencing bisa mengakibatkan penyakit ini. Diantara tanda terjangkitnya ialah kencing berdarah, pembengkakkan limpa dan hati, sakit saraf dan otot, demam panas yang kuat, menggigil serta loya dan muntah-muntah. Jika tidak dirawat segera ia bias mengakibatkan kerusakkan hati, buah pinggang dan kematian.

4.    Demam Gigitan Tikus (rat bite fever)

Bakteri yang menyebabkan terjangkitnya penyakit ini masuk ke badan manusia melalui gigitan tikus, makanan yang tercemar dengan gigitan tikus dan dimakan oleh manusia.

BAHAYA KECOA

Serangga purba penebar penyakit :

  1. Tifus adalah suatu penyakit infeksi bakterial akut yang disebabkan oleh kuman Salmonella typhi. Di Indonesia penderita tifus atau disebut juga demam tifoid cukup banyak, tersebar di mana-mana, ditemukan hampir sepanjang tahun, dan paling sering diderita oleh anak berumur 5 sampai 9 tahun.
  2. Diare
  3. Tuberkulosa(TBC)
  4. Kolera
  5. Hepatitis

 

Sumber: http://adgunners.blogspot.com/2009/05/awas-bahaya-tikus-kecoa.html