Dukaku, lukaku

Sakitku, nasibku
Sehatku, hilang disita alam
Tiada indah bila tidak dinikmati
Rasa pusing tak karuan
Serasa dunia bising tak terhindarkan

Jalinan teman hanya sebatas perkenalan, hanya sebatas kesenangan
Jalinan sahabat t’lah menjadi obat, membabat penyakit yang tak kalah hebat
Jiwa lemah meminta tolong, yang diminta mengapa bengong
Lalu jiwa itu mengaduh, tolong jangan ber-gaduh
Kini jiwa itu tahu diri, tahu apa yang harus dimengerti
Tak sembarang mengeluarkan nada, hindari pilu berakhir ber-dada

Untukmu yang menciptakan kesedihan, kekuatan dan kebahagiaan
Tiada kata yang terucap melainkan thanks to Allah…
Dan untukmu yang peduli atas kesedihan, atas kehinaan dan atas kesengsaraan
Tak ada yang mampu kuucapkan kecuali thanks to all…

Jakarta, Mei 2011