Dear,

My Inspirator
Habiburrahman El Shirazy
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera untuk kita semua.
Apa kabar, Kang Abik? Begitulah sapaan karib Anda. Mudah-mudahan tetap sehat wal’afiyat dan tetap berada dalam naungan nikmat dan ridho Allah Swt.

Sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri. Saya adalah calon penulis yang sangat kagum dengan tulisan-tulisan Anda dan kebetulan saat ini aktif di Organisasi kepenulisan Forum Lingkar Pena (FLP) DKI Jakarta.



Kang Abik, setiap saya membaca karya Anda, dalam jiwa ini selalu saja ada semangat baru. Anda adalah inspirator bagi diri pribadi saya. Dan tak dapat saya pungkiri bahwa saya ingin menjadi penulis seperti Anda, yang karyanya selalu memberi semangat dan ilmu yang bermanfaat dalam menghadapi peliknya masalah hidup, cara menghargai cinta dan sarana agar lebih dekat kepada Allah, Sang Pencipta Alam Semesta.

Kang Abik, pagi ini saya duduk di hadapan laptop ingin menuliskan sesuatu untuk Anda dengan semangat hidup yang menggelora. Jika boleh jujur, wajah saya saat ini cukup berbinar-binar tak ubahnya mentari pagi ini yang terang benderang. Dengan tersenyum simpul pula, berharap bisa ‘kecipratan’ ilmu tentang ‘kepenulisan’ dari Anda.

Sejujurnya, saya benar-benar kagum dengan Anda, yang terjun di dunia literasi dan berhasil memberikan makna sastra bagi Indonesia. Sejatinya saya dan Anda tidaklah jauh berbeda, sama-sama terjun di dunia literasi (kepenulisan). Namun, yang membedakan hanyalah kesuksesan. Ibaratnya, Anda sudah berada di puncak tangga, sedangkan saya baru melangkahkan satu kaki di dasar tangga. Saya sadar bahwa kesuksesan tercipta karena proses. Dan mudah-mudahan saya mampu menghadapi proses hingga menjadi seperti Anda, Sastrawan Muslim Sukses.

Walau bagaimanapun, Anda sangat berpengaruh bagi diri saya. Dunia literasi (kepenulisan) adalah dunia Anda. Dan saat ini menjadi dunia saya juga. Saya sadar, Anda sangat saya kenal dan Anda tak mengenal siapa saya walau hanya sekedar nama. Namun dalam kesadaran saya itu, saya berharap suatu saat nanti saya bisa seperti Anda dan Anda mengenal siapa saya saat itu.

“Kang Abik, Sastrawan Muslim Sukses. My Inspirator.” Begitulah kalimat motivasi yang saya tulis di lembar pertama buku kuliah saya, dan selalu terbaca oleh siapa saja yang membuka buku itu. Mudah-mudahan selalu muncul tulisan-tulisan baru Anda agar jiwa saya tidak didera rasa haus akan inspirasi lantaran Anda berhenti berkarya.

Terima kasih saya ucapkan. Selamat dan tetaplah berkarya, Kang Abik. Demi kebangkitan sastra muda dan kejayaan sastra Indonesia sepanjang masa.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Salam dari pengagum karya-karya Anda
Ghofar El Ghifary
Jakarta, 12 Desember 2010


– arsip lama
– image from google