Jika kita berkunjung ke SMP Al Qalam Jakarta, kita akan mendapati dinding-dinding yang bertuliskan, Ingat, Kebersihan Sebagian dari Iman. Dan jika kita merujuk pada sebuah pelajaran pondokan, mahfudzot, kalimat itu memanglah benar adanya.

Hamba Allah yang beriman, sudah pasti menjaga kebersihan. Karena kebersihan adalah awal dari cara hidup yang sehat, baik jasmani maupun rohani. Dalam agama kita (Islam), menjaga kebersihan bukanlah hal yang asing lagi, namun sudah menjadi sebuah keharusan.


“Secara logika, lingkungan yang bersih nan sehat tak akan pernah tercapai pabila hanya dijaga oleh satu orang saja. Maka dari itu, marilah kita menjaga kebersihan lingkungan bersama-sama,” begitulah lanjutan dari tulisan yang tertera di dinding sekolah berasrama itu.


Memang benar kita sebagai umat Islam yang masih berusaha menuju kepada ketakwaan terhadap Allah Swt secara utuh harus menjaga kebersihan, karena satu hal ini tidak bisa dilakukan oleh satu orang. Misalnya dalam menjaga kebersihan kamar mandi umum, jika yang menjaga kebersihan hanya petugas kebersihan kamar mandi, sedang yang menggunakan kamar mandi ratusan orang per hari, maka mustahil lingkungan kamar mandi yang bersih lagi sehat akan tercapai. Penyebabnya adalah karena adanya suatu perbandingan tadi, satu banding seratus. Satu orang menjaga kebersihan kamar mandi dan ratusan orang lainnya hanya sebagai pengguna.

Mudah-mudahan dengan munculnya tulisan yang menyerukan pentingnya ‘menjaga kebersihan’ bisa memacu diri kita untuk menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama.

[catatan ditulis 11/2/2011, ketika masih dalam tahap awal belajar menulis]