tubuh terkulai, air mata berderai

rasakan sakit serasa di jiwa
bagaikan seonggok daging tiada guna
kepala pusing risaukan dunia bising
berputar-putar laiknya gasing

duh gusti, sakit sekali…


dari dokter balik ke dokter
dipegang tangan, dada, buka mulut, lalu…
pulang, jinjing gerombolan obat

akhirnya…
dokter tak banyak berbuat apa-apa
obat-obatnya tak berguna
pun berguna, hanya sementara

tiba-tiba…
seorang datang sampaikan pesan
pesannya menjelma secarik kertas
secarik kertas terbungkus plastik bening, tertuju namaku

aduhai…
undangan pernikahan
pusingku berkurang, demamku berkurang
bintang-bintang mengitari kepala pun makin jarang
hatiku kian senang

duh gusti…
alangkah indahnya, aduhai indahnya
dapat beribadah sempurnakan separo agama
Jakarta, Mei 2011