Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan atau biasa disingkat dengan BAAK merupakan unsur pelaksana dan penanggung jawab kegiatan belajar mengajar dan administrasi akademik bagi seluruh mahasiswa. Untuk itu seluruh perangkat BAAK haruslah orang yang mempunyai jiwa besar dan beretos kerja tinggi. Jika kedua hal itu tidak dimiliki oleh setiap perangkatnya, maka secara otomatis ketidak-disiplinan akan menggerogoti tubuh BAAK, mengingat tugas utama BAAK adalah melayani mahasiswa maupun dosen.


Menurut beberapa sumber, perangkat BAAK  Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) sering melakukan ketidakcermatan dalam menentukan jadwal, salah satunya adalah jadwal perkuliahan mahasiswa dan mengajar para dosen. Mengingat kampus UNINDRA berjumlah banyak dan jarak tempuh di antaranya cukup jauh, maka ini harus menjadi pertimbangan secara khusus bagi perangkat BAAK dalam melaksanakan tugasnya. Mustahil kegiatan akademik akan terlaksana dengan baik jika dosen yang jam pertamanya mengajar di kampus pusat yang ada di TB. Simatupang, kemudian dilanjutkan jam kedua di kampus baru yang letaknya di Condet. Hal ini sangat tidak efisien dan sangat menyita waktu. Belum lagi dosen yang mendapat jatah mengajar semacam itu sudah lansia dan lamban untuk bergerak.  Apa yang terjadi?


Di satu sisi, kita perlu menghargai rencana dan kebijakan BAAK dalam mengatur segala tata perkuliahan, seperti penataan jadwal,  administrasi sampai pada penempatan kegiatan perkuliahan tadi. Namun, di sisi lain rencana tersebut harus sudah benar-benar dikaji dari berbagai aspek, termasuk memperhitungkan kelengkapan sarana/prasarana di kampus karena semua ini sangat berkesinambungan. Jika hal itu diabaikan, maka kebijakan BAAK tersebut tidak akan berumur panjang lantaran banyak berbagai pihak yang mengajukan komplain. Alhasil, BAAK-lah yang akan bekerja dua kali guna “mengutak-atik” jadwal kembali.

Ke depan, untuk BAAK, kita berharap agar tidak muncul fenomena pergantian jadwal perkuliahan yang kurang efektif seperti yang telah disebutkan di atas. Untuk itulah, seiring dengan misi kita untuk menjadi perguruan tinggi yang ‘Peduli, Mandiri, dan Kreatif’. BAAK perlu melakukan koreksi diri dengan berbagai cara, salah satunya berupa penyediaan kotak surat untuk melayani aspirasi mahasiswa atau dosen dalam memberikan kritik dan saran. Bukan karena apa-apa, tetapi sebagai langkah awal untuk menciptakan nilai lebih bagi almamater kita di mata PT-PT lain di Jakarta.