Musim kemarau telah berlalu dan berganti menjadi musim hujan. Pertanda panen tembakau telah usai. Banyak rakyat Indonesia, khususnya masyarakat Jawa Timur mengakhiri panen tembakaunya dengan tanaman-tanaman yang cocok untuk ditanam pada musim hujan.


Setelah beberapa bulan terakhir panas matahari selalu menyengat, masyarakat Jawa Timur tetap bersyukur karena saat musim panas tersebut justeru menjadi momen yang cukup membuat tersenyum para petani. 


Mereka tersenyum tentulah ada penyebabnya. Dan penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah harga tembakau melonjak tinggi. Berkisar 20-30 ribu rupiah perkilo. Berbeda dengan tahun kemarin yang hanya mampu menembus 17ribu rupiah perkilo.

Tanaman yang menjadi bahan dasar rokok tersebut menjadi kebutuhan gudang sebagai stok jangka panjang setelah tahun lalu tidak berhasil karena cuaca yang kurang mendukung. Itulah yang menyebabkan tembakau bernilai tinggi. Maka dari itu, bagi para petani yang menanam tembakau sangatlah beruntung. 


Walaupun banyak juga di antara mereka yang tidak menanamnya. Alhasil, mereka yang tidak menanam hanya bisa menyaksikan kebahagiaan yang dirasakan oleh mereka yang menanam. Kalau kata pepatah sih, “barang siapa yang menanam, dia akan memetik”. Hheeehhee……


Kini, para petani telah mengakhiri pesta tembakaunya dan berlomba-lomba memutar otak untuk memanfaatkan kreativitas masing-masing dalam bertani, yakni menanam tanaman-tanaman yang cocok hidup dan layak jual di musim hujan. Umumnya, mereka menanam padi. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan juga menanam tanaman cabai, tomat dsb. 


Salam dari anak petani. ^_^