Kaki terseret tangan terlambai
Hati penuh harap kata tak mampu terurai
Diam…
Diam tenggelam dalam hitam nan kelam
Kata orang, diam adalah emas
Itu jika sudah miskin kata bijak
Kataku, diam membuatku kian cemas
Ingin rasanya angkat kaki dan segera beranjak
Sambutlah tangan yang terlambai
Sebelum terlambat terhempas badai
Aku, bertubuh kurus berwajah sayu
Terimalah maafku, hapuskan hitamku
Mengertilah aku…
(Jakarta, Desember 2010)