Mungkin sebagian orang mengira bahwa dengan meminum obat maka penyakit yang dialaminya akan sembuh. Namun, lain halnya dengan apa yang dialami Ghofar. Mahasiswa perantau ini sembuh bukan hanya faktor obat saja, tetapi juga senyum simpulnya yang selalu tersungging ketika teman-teman seperkuliahannya bertandang di kediamannya, di Jalan Otto Iskandardinata, Jakarta Timur.
Usai UTS mereka (teman-teman seperkuliahan, red) beramai-ramai melakukan konvoi dari lokasi kuliah ke kediaman sahabatnya itu. Bahkan, salah seorang di antara mereka ada yang nyasar, hampir sampai Jatinegara. Ia adalah Irfan. Lelaki berwajah cool ini memang hobinya nyasar. Walau pada akhirnya juga ditemukan. Dan keunikannya itu bisa menjadi bahan lelucon yang bisa menghibur sahabatnya yang kini sedang sakit itu.

“Kehadiran mereka (teman-teman seperkuliahan, red) membuat saya kembali tertawa. Karena saya juga sudah cukup lama, lelah dan ingin segera menikmati sehat seperti mereka.” Ujar Ghofar gembira.

Mengenai Irfan yang salah arah tadi, ia menceritakan kesesatannya kepada rekan-rekannya dengan cara meng-gokil-kan. “Saya tadi sudah bareng sama si Eco. Pas saya tengok ke belakang ternyata si Econya malah belok. Saya mau belok juga tapi ada mobil yang selalu ngebel terus, saya kan jadi nggak enak sama sopir mobil itu. Jadi saya lurus saja terus cari belokan lagi.” Terang Irfan kepada sahabat-sahabatnya lantas tertawa.

Kehadiran keluarga besar Bumi Unindra mampu mencairkan suasana kamar sebelah masjid Baitul Karim yang kini dihuni Ghofar. Kamar yang mula-mula sepi itu berubah menjadi layaknya sebuah kelas di kampus. “Saya sangat senang, tapi saya juga minta maaf karena tidak bisa menyuguhkan hidangan apapun,” ungkap Ghofar. “Padahal saya juga tahu bahwa Rasulullah mengajarkan kita untuk memuliakan tamu.” lanjut mahasiswa asal Bojonegoro itu dengan mimik sedih.

“Dan saya sangat berterimakasih atas kunjungan kalian, karena menjadi pemicu semangat bagi saya. Walaupun tidak semuanya keluarga besar Bumi Unindra datang. Tapi ini sudah menjadi perwakilan. Dan saya ucapkan terimakasih kepada seluruh keluarga besar Bumi Unindra.” sambungnya antusias.

Harta Gono-gini yang diwanti-wanti
Sebelum keluarga besar Bumi Unindra pamit dan pulang ke rumah masing-masing, salah seorang di antaranya menitipkan secarik amplop ke tangan Ghofar dengan diwakili oleh mantan ketua kelas, Eco. Sontak Ghofar pun agak gugup bercampur gelisah. “Ini apaan? Tolong nggak usah. Sebenarnya kalian ke sini sudah cukup menghibur saya. Ini yang saya wanti-wanti dari kalian, jangan sampai kalian ngasih seperti beginian.” Tuntasnya sembari haru dan menunduk.

Menurut data yang dihimpun skretaris Bumi Unindra, kehadiran keluarga besar yang sudah semester V ke kediaman Ghofar membuatnya sedih, terharu bercampur suka cita. Ia menitikkan airmata dan tak sempat melihat punggung teman-temannya di saat pulang lantaran beratnya perasaan haru yang dirasakannya itu. Dan semua itu hanya disaksikan oleh adiknya yang setia merawatnya, Adib Mahmud. [Ghofar/Bumi Unindra]