Anak adalah karunia dari Allah Swt. Untuk itu, sebagai orang tua sudah barang tentu kita mengharapkan anak kita kelak menjadi manusia yang cerdas dan berwawasan luas. Semua itu bisa kita wujudkan dengan melakukan pendekatan kepada si buah hati dengan cara memberinya sebuah buku.


Anak yang belum bisa membaca, apalagi belum mengerti apa itu buku, pasti ia akan menganggap buku itu sebagai sebuah mainan biasa. Seperti halnya mobil-mobilan atau boneka yang ia miliki. Namun, suatu waktu ia akan melakukan sesuatu terhadap buku yang kita berikan. Misalnya, ia berusaha untuk menyobek atau melempar buku tersebut. Melihat apa yang dilakukan oleh si kecil tadi, secara otomatis kita sebagai orang tua pasti melarang dan tanpa kita sadari kita sudah memberikan pendidikan kepada anak kita dengan melarang apa yang tidak boleh dilakukan. Lalu, lambat laun si anak pun akan mengerti mana yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan.

Kemudian cara yang lainnya, kita perkenalkan buku kepada anak dengan cara membaca buku tersebut di samping telinganya, ketika menjelang tidur. Buku apa saja, kita baca. Baik fiksi maupun non fiksi. Mengerti tidaknya si anak dengan apa yang kita baca jangan dipikirkan. Saat itu kita hanya mengajarkan/membiasakan anak dengan bacaan. Dengan berjalannya waktu, di saat si anak beranjak dewasa ia akan bertanya, “Abi/Umi, lagi ngapain?” di saat itu kita akan menjelaskan bahwa kita sedang membaca. Membaca itu penting, dan membaca itu baik untuk kita. kemudian kita berkata, “Kamu juga harus melakukan seperti apa yang Abi/Umi lakukan sayang! Membaca itu penting. Dari yang tidak tahu kita akan menjadi tahu.”

Selamat mencoba…!!!  ^_^