(Mading ‘Dwi-Mingguan’ edisi ke-XV, 1/11/2011)

Puisi oleh: Ghofar El Ghifary, alumni SMP Al-Qalam Jakarta. TA 2005/2006

 

Kaki terseret tangan terlambai

Hati penuh harap kata tak mampu terurai

Diam…

Diam tenggelam dalam hitam nan kelam

 

Kata orang, diam adalah emas

Itu jika sudah miskin kata bijak

Kataku, diam membuatku kian cemas

Ingin rasanya angkat kaki dan segera beranjak

 

Sambutlah tangan yang terlambai

Sebelum terlambat terhempas badai

Aku, bertubuh kurus berwajah sayu

Terimalah maafku, hapuskan hitamku

Mengertilah aku…

(Jakarta, Desember 2010)