(Mading ‘Dwi-Mingguan’ edisi ke-XV, 15/10/2011)

Allah selalu menyatakan di dalam al-Qur’an bahwasanya orang-orang yang beriman akan masuk surga. Apakah orang Yahudi dan Nasrani tidak akan masuk surga?

Hamba Allah di SMP Al-Qalam

Jawab:

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillah, washshalatu wassalamu ‘ala Rasulillah, Waba’du.

Apa yang Anda tanyakan sebenarnya sudah lebih dahulu dijawab oleh Rasulullah SAW sejak 15 abad yang lalu. Saat itu, Nabi terakhir yang diutus untuk umat manusia bersabda bahwa setiap anak manusia (Adam) dilahirkan dalam keadaan fithrah (muslim). Lalu ayah dan ibunya akan menjadikannya beragama Majusi, Yahudi atau Nasrani.

Maka bila ada bayi dari pasangan non muslim meninggal, dia mati di sisi Allah SWT sebagai muslim dan masuk surga. Sebab bayi itu memang tidak punya dosa apa-apa. Dia masih dianggap belum cukup mampu untuk memilih agama. Meski pun mungkin secara zahirnya di dunia ini diperlakukan sebagai non muslim. Namun di sisi Allah, mereka adalah hamba-hamba Allah SWT yang tunduk dan taat.

Apalagi sejak belum menjadi janin, setiap bayi manusia sudah bersyahadat menyatakan bahwa Allah SWT adalah Tuhan Pencipta. Baik bayi itu ada di perut ibu yang muslimah atau pun yang berada di perut ibu yang kafir, atheis atau zindiq.

Tapi bila bayi itu hidup hingga mencapai usia akil baligh, maka sudah dianggap bisa berpikir dan menentukan jalan hidupnya sendiri. Baru sejak akil baligh itulah dia tercatat di sisi Allah sebagai hamba yang harus mempertanggung-jawabkan perbuatannya. Bila dia mengikuti agama kafir yang dipeluk ayah ibunya, maka dia dianggap sebagai non muslim yang sudah pasti 100% masuk neraka. Dan saat itu si anak sudah tidak bisa protes bahwa dia ditakdirkan lahir dari pasangan orang tua yang kafir. Sebab dia dianggap sudah bisa mengerti dan membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Dia sudah bisa berkomunikasi dan mendapatkan informasi tentang Islam sebagai agama yang paling benar.

Apalagi saat ini dunia informasi sudah sedemikian maju. Kalau seorang jutaan anak kecil di bawah umur saat ini bisa mengakses situs porno di internet, maka tidak ada alasan lagi bagi mereka untuk tidak bisa mengakses informasi tentang keberadaan agama Islam. Sebab di internet tersedia ribuan informasi tentang Islam dengan gratis.

Wallahu a’lam bishshawab.

Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

Ahmad Sarwat, Lc.

eramuslim

Sumber: http: //pgriciampea-smp.site90.net/BungaRampai/8/aqidah/apa2. html.