(Mading ‘Dwi-Mingguan’ edisi ke-XV, 15/10/2011)

Ibu adalah Manusia yang Paling Mulia

Rosulullah Shallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda :“Doa orang tua untuk anaknya bagaikan doa nabi terhadap umatnya .”(HR.Ad Dailami)

Ibu adalah orang tua kita. Maka sesungguhnya doa ibu untuk anaknya seperti doa nabi kepada Umatnya. Hal tersebut harus di yakini agar senantiasa mendapatkan doanya.Keyakinan inipun dapat memotivasi kita agar berbakti kepadanya.

Dalam sebuah hadits disebutkan :
“Seseorang datang kepada Rosulullah Shallahu ‘Alaihi wa sallam dan bertanya,”Wahai Rosul, siapakah orang yang paling berhak aku layani (patuhi)?” Rosulullah menjawab,”Ibumu!” ia bertanya lagi ”Kemudian siapa lagi?” Rosulullah menjawab, ”Ibumu!” ia bertanya lagi, ”Siapa lagi?” Rosulullah menjawab, ”Ibumu.” Ia bertanya lagi, ”Kemudian siapa?” Rosulullah menjawab,”Bapakmu.”(HR.Bukhori-Muslim)

Tanpa mengesampingkan jasa ayah, dalam hadits di atas Rosulullah menyebut kata”Ibu” sebabnyak tiga kali.Ini berarti bahwa peran ibu sangat berjasa kepada anak-anaknya, meskipun ayahpun berjasa kepada kita.

Mengapa di dunia ini ibu adalah manusia yang paling mulia, setelah itu bapak? Apa yang menjadi alasan sehingga doa ibu menyimpan kekeramatan?
Pertama:
Ibu adalah sosok wanita yang luar biasa sehingga memiliki karomah dalam berdoa. Ibu sangat berjasa untuk membentuk generasi penerus.tentu saja peran ayah juga ikut mendukung.Namun ibu adalah orang yang paling dekat dengan anaknya.Pikirkan! Mulai dalam kandungan hingga lahir seolah-olah tak terpisahkan. Ibu senantiasa mendampingi kita dengan sabar dan dengan tangannya yang lembut. Ia mengajari kita berjalan. Ia pun mengajari agar kita bicara. Ibu betul-betul wanita yang sabar betapapun sepanjang hari tingkah laku kita menjengkelkannya, namun ibu mau mengerti.kasih saying ibunda yang tulus ini tidak pernah terputus. Padahal kenakalan kita berulang-ulang.
Kedua:
Sembilan bulan ibu mengandung lalu melahirkan kita. Inilah yang dijadikan alas an mengapa doa ibunda menyimpan karomah.kata”Karomah” dapat dipahami membawa beban yang berat. Bayangkan sekian lama kesana kemari membawa janinnya. Bertambah bulan bertambah besar dan menyulitkan untuk bergerak. Di buat tidur susah di buat duduk pun pinggang terasa tidak nyaman. Namun karena Allah memberikan fitrah di dalam dirinya berupa kasih saying, maka keadaan yang demikian itu tidak terlalu membuatnya menderita.

 

Ketiga:
Ibu adalah sumber kehidupan.ketika kita di dalam janin. Lewat plasenta secara naluri ibu mentransfer zat makanan ke tubuh kita. Bayi di dalam kandungan bergantung kepada ibu. Ketika ibu stress, maka janin terpengaruh. Ketika ibu kesehatannya menurun dan kekurangan gizi, keadaan janinpun ikut tidak sehat.
Tiada ibu maka tiada pula kita, meskipun bapak juga sangat berperan terhadap keberadaan kita. Namun ibulah yang mengandung dan melahirkan.

Keempat :
Ibu adalah orang pertama yang mengenalkan dunia. Tidak terbayangkan, seandainya begitu kita lahir ke dunia kemudian di buang ke hutan dan dipelihara orang utan. Tentu kita tidak akan menjadi manusia beradab. Tetapi karena kita dipelihara ibu, maka kita dapat mengenal dunia dan menjadi manusia beradab. Ibu adalah orang pertama yang mengenalkan dunia kepada kita ia dalah guru pertama. Dengan sabar ia mengajari kita mengenal hitam, putuh, kuning dan merah. Dengan telatren ia mengajari kita untuk tersenyum dan berbicara. Dari sentuhannya yang lembut dan dingin dia membimbing kita sehingga bisa berangkat dan berjalan.
Oleh karena itu marilah saudaraku, selagi masih ada waktu kita muliakan Ibu dan Bapak kita, bahagiakan selalu mereka, jangan sampai kita meneteskan kedua matanya dengan air mata karena perbuatan kita atau kedurhakaan kita.
Semoga bermanfaat…..

 

Sumber: http://tulisan-menarik.blogspot.com/2011/05/ibu-adalah-manusia-yang-paling-mulia.html