(Mading ‘Dwi-Mingguan’ edisi ke-XV, 15/10/2011

 Selagi Ibu masih ada, coba saat beliau tidur saat matanya terpejam kita tatap wajahnya itu 5 menit saja, kita akan tahu bagaimana rasanya nanti bila wajah itu sudah tak ada di situ.

Lakukan apapun yang bisa kita lakukan untuknya.

Do it now! Bukan besok atau 5 menit lagi karena mungkin sekedip matamu dia akan pergi tak kembali.

Jika sudah terlanjur tidak ada,  jangan lupa berdoa kepada Allah.

Ini adalah mengenai nilai kasih Ibu dari seorang anak yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam di dapur. Kemudian dia mengulurkan sekeping kertas yang bertuliskan sesuatu, si ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima kertas yang diulurkan oleh si anak dan membacanya.

Ongkos upah membantu ibu:

1) Membantu pergi ke warung: Rp20.000

2) Menjaga adik: Rp20.000

3) Membuang sampah: Rp5.000

4) Membereskan tempat tidur: Rp10.000

5) Menyiram bunga: Rp15.000

6) Menyapu halaman: Rp15.000

Jumlah: Rp85.000

Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak yang raut mukanya berbinar-binar. Si ibu mengambil pena dan menulis sesuatu di belakang kertas yang sama:

1) Ongkos mengandungmu selama 9 bulan: GRATIS

2) Ongkos berjaga malam karena menjagamu: GRATIS

3) Ongkos air mata yang menetes karenamu: GRATIS

4) Ongkos khawatir karena memikirkan keadaanmu: GRATIS

5) Ongkos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu: GRATIS

Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku: GRATIS

Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak menatap wajah ibu, memeluknya dan berkata, “Saya Sayang Ibu”. Kemudian si anak mengambil pena dan menulis sesuatu di depan surat yang ditulisnya: “Telah Dibayar”.

 

Sumber: http://www.bungakurnia.com/2010/10/ibu-adalah-pahlawan-terbaik-di-dunia.html