(Mading ‘Dwi-Mingguan’ edisi ke-XIII, 15/8/2011)

SOSOK yang satu ini, memang tak asing lagi bagi masyarakat Malaysia. Penonton televisi bisa melihat wanita berdarah Australia-Indonesia ini lewat beberapa iklan dan sinetron.

Bekas model dan artis sinetron serta host, Wardina Saffiah, 32, kemarin berkesempatan datang ke Kelantan untuk acara “Bic ara Selebriti, Manisnya Hidayah-Mu” bersama tiga lagi penelis, mantan Mufti Perlis, juga dosen Universitas Sains Pulau Pinang, Dr. Mohd Asri Zainul Abidin, gitaris Sham Kamikaze, Ustaz Harizal Abdul Jamil (pengelola saifulislam.com) dan Amim Idris dari TV Hijrah sebagai moderator.

Berbekal wajahnya yang cantik, Wardinah Saffiyah sebelumnya menjadi rebutan produser sinetron, namun sejak mengenakan jilbab beberapa tahun lalu, Wardina hanya memilih peranan yang cocok saja, ia lebih memilih menjadi bintang iklan dan host.

Bila ditanya tentang keputusannya menggunakan jilbab, ia mengatakan “Saya memakai jilbab bukan ikut-ikutan atau tren, tapi karena tuntutan Islam yang mengkhendaki wanita muslim memakai pakaian menutupi auratnya,” kata Wardinah.

Selanjutnya ia menambah, “Betapa malunya karena terdapat muslimah yang sudah berjilbab, tapi bila ditanya; kenapa anda berjilbab, mana ayat al-Quran yang menyuruh wanita berjilbab? Mereka teragak-agak untuk memberi jawapan dan penjelasan, sepertinya memakai jilbab itu sesuatu yang tak pasti sebab musababnya. Jauh sekali yang tahu mengutip ayat-ayat al-Quran tentang perintah mememakai jilbab.”

“Kalau tak tahu, makanya harus belajar,” ujarnya bernada keras saat acara “Bicara Selibriti-Indahnya Hidayah-Mu.”

Ia mengaku, tempat yang paling cocok bagi selebriti untuk mendekati Islam di Malaysia adalah Kelantan. Negeri yang dipimpin ulama ini sentiasa tebuka buat mereka. Kelantan mencoba menjadi pelopor dengan hiburan alternatif Islam di Malaysia. Karena para pemimpinnya berpendapat, manusia tak dapat dipisahkan dari hiburan. Tinggal lagi, bagaimana mau mengolah hiburan itu agar tak bertantangan dengan Islam.

Kedatangannya ini merupakan kali kedua Wardinah ke Kelantan atas undangan pemerintah. Kali pertama, 2010, ia tampil bersama novelis terkenal Indonesia, Habiburrahman El Shirazy. Acara berlangsung di sebuah gedung, Kota Bharu.
“Saya amat terharu dengan kehadiran khalayak malam itu. Dewan penuh sesak. Majoritasnya anak muda. Semuanya berhimpun atas dasar Iman dan kecintaan pada Islam…” tutur Wardinah.

“Khalayak hadir dengan semangat ingin sebuah perubahan yang hakiki pada seni hiburan. Mereka mencoba memaknai hiburan yang sebenar-benarnya. Karena anak-anak muda ini sudah terlalu lama dilalaikan dengan hiburan penuh kemaksiatan yang hanya meracuni minda mereka” tambah Wardinah.

“Anak- anak muda itu mahu tahu arti ‘hiburan’ dari alim ulama’. Apa opini ulama’ terhadap hiburan yang menjadi kegilaan kelompok ini. Kemudian pilihlah yang sesuai dengan diri dan cuba memahami perspektif mereka yang ingin sedikit hiburan dalam kehidupan, hiburan yang sama sekali tidak menjurus kepada kemaksiatan, yang masih dibatasi etika Islam”. Lanjut Wardinah.

Kecintaan Wardinah kepada Islam memang tak dapat dinafikan. Kemana ia pergi kitab suci al-Quran dibawa bersama dalam tasnya. Maklum, ia memang terlahir dari keluarga Islam taat. Ayahnya Fadlullah Wilmot, pernah bekerja di Pusat Islam, Kuala Lumpur sekitar 1980-an, pernah menulis buku-buku Islam, sementara ibunya muslimah asal Indonesia, tepatnya dari Aceh.

“Surat kegemaran saya adalah al Buruj dan dan insyiqaq dan mengaji adalah di antara hiburan saya. Ya.. ada ketenangan yang saya perolah dari al Quran. Itulah hiburan Islam yang tiada tandingannya!” */Nur Aminah

Red: Cholis Akbar

Sumber: http://hidayatullah.com/read/18477/15/08/2011/wardina-saffiyah,-selebriti-yang-selalu-bawa-al-quran-.html