(Mading ‘Dwi-Mingguan’ edisi ke-XII, 15/7/2011)

Telah berabad-abad lamanya, yoghurt digunakan untuk meningkatkan kesehatan sistem pencernaan. Seperti diketahui, penduduk di negara-negara yang biasa mengonsumsi yoghurt, memiliki umur yang lebih panjang di atas rata-rata. Hal ini juga membuktikan bahwa yoghurt memiliki pengaruh yang menguntungkan pada usus sebagai dasar sistem imun kita.

Yoghurt membantu pencernaan dan melindungi usus dari kanker. Seluruh kegiatan penyerapan nutrisi, yang harus dipisahkan dari unsur racun, terjadi di dalam usus. Apabila hal ini tak bekerja dengan benar, maka tubuh akan menyerap “bahan” tersebut dan mengeliminasinya. Dasar dari fungsi usus yang baik adalah usus yang bermikroba (intestinal flora). Disinilah yoghurt menjalankan fungsinya. Probiotik di dalam yoghurt membantu mikroba “baik” untuk berkembang dan menekan mikroba jahat. Keseimbangan ini juga bisa dirusak oleh makanan yang tidak sehat (misal makanan yang terlalu banyak gula) atau konsumsi antibiotik yang merusak mikroba di usus. Sehingga, penggunaan yoghurt yang benar mampu memberikan banyak kebaikan.

Sayangnya, banyak probiotik dari yoghurt tidak berfungsi efisien karena probiotik tersebut sangat rentan dan mudah lenyap dalam perjalanannya menuju perut dan usus.

Jadi, ini tergantung dari ketahanan dari probiotik itu untuk mencapai usus. Yoghurt yang baik dan berkualitas adalah yang memiliki kadar pre dan probiotik yang tinggi.
Sumber: http://id.shvoong.com/medicine-and-health/alternative-medicine/1973479-manfaat-yoghurt-bagi-kesehatan/#ixzz1S1IMDgEW