(Mading Dwi-Mingguan edisi ke-XI, 1/6/2011)

Suatu ketika, ada seorang wanita setengah baya merenung seorang diri di bawah pohon rambutan. Ia menyesali kegagalan kedua anaknya lantaran tidak lulus ujian nasional.

Ibu itu mempunyai dua orang anak. Anak pertama duduk di kelas tiga SMP. Dan anak kedua duduk di kelas tiga SMA. Kedua anaknya sama-sama mengikuti ujian nasional. Namun, keberuntungan tidak berpihak kepada mereka. Alhasil, mereka pun sama-sama tidak lulus ujian alias gagal.

Nah, dari kejadian yang dialami anak-anaknya itu, ibu itu pun menangis tersedu-sedu. Ia tidak mampu menahan rasa sedih dan haru. Dan akhirnya ia pun putus asa. Lalu ia mengambil tali tambang. Diikatnya tali itu di atas pohon rambutan. Alamak…!! Ia hendak bunuh diri.

Tiba-tiba datanglah seorang pria paruh baya. Dengan berjenggot tebal sembari membawa gitar. Pria itu bernama Rhoma ‘bukan’ Irama.

Mendapati seorang ibu tadi hendak bunuh diri. Bung Rhoma pun beristighfar, lalu apakah yang dikatakan?

“Astaghfirullah, Bu jangan,” ujarnya. Ibu yang hendak bunuh diri pun menoleh ke arahnya. Bung Rhoma juga mengulangi perkataannya.

“Bu jangan…!! Bu jangan…!! Bu jangan…!!”

Karena ibu yang hendak bunuh diri tadi melihat Bung Rhoma ‘bukan’ Irama menyanyikan lagu berjudul ‘bujangan’, ia pun mengurungkan niatnya untuk bunuh diri.

“Subhanallah…!!” ujar Bung Rhoma lagi karena antusias.  [GFR, Red.] ^_^