1.      Meningkatkan pertumbuhan bakteri yang menguntungkan serta menghambat bakteri yang merugikan.

  • Madu membantu meningkatkan pertumbuhan bakteri bifido yang merupakan bakteri yang sangat penting untuk menjaga kesehatan pencernaan.
  • Membantu menghambat bakteri yang merugikan seperti Helicobacter pylori, yang dapat menyebabkan tukak pada lambung.

2.      Memperbaiki dan melindungi sistem pencernaan.

  • Efektif dalam mengatasi diare, dengan cara membantu penyerapan elektrolit dan air, serta dapat menghambat bakteri E.coli yang menyebabkan diare.
  • Membantu memperlancar buang air besar, sehingga dapat membantu mengatasi konstipasi/sembelit.
  • Beberapa penelitian membuktikan bahwa madu dapat membantu mengatasi tukak (luka) pada lambung serta membantu melindungi lambung dari risiko terjadinya iritasi yang disebabkan karena mengonsumsi minuman beralkohol dan obat-obatan tertentu.

3.      Membantu penyerapan kalsium.

Kandungan asam glukonat dalam madu dapat membantu meningkatkan penyerapan kalsium.

4.      Sebagai antioksidan.

Kandungan nutrisi dalam madu seperti vitamin C, asam organik, enzim, asam fenolik dan flavonoid bermanfaat sebagai antioksidan tinggi.

5.      Sebagai sumber energi yang baik.

Madu terdiri dari fruktosa dan glukosa yang mudah diubah menjadi energy glukosa oleh tubuh.

6.      Aman untuk penderita diabetes.

Madu dapat digunakan sebagai pengganti gula, dan aman untuk penderita diabetes.

7.      Mempercepat penyembuhan luka.

  • Madu memiliki sifat higroskopis yang tinggi (mudah menyerap air). Ketika dioleskan pada luka yang terbuka, madu menarik kandungan air dari luka tersebut, membuat luka cepat kering, sehingga dapat membantu mempercepat penyembuhan luka.
  • Madu juga dapat mengurangi pembengkakan pada luka sehingga luka dapat sembuh lebih cepat.
  • Sifat antimikroba dari madu dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur penyebab infeksi pada luka.