(Mading ‘Dwi-Mingguan’ edisi ke-XIV, 1/10/2011)

Assalamu’alaikum.
Kakak redaksi, saya ingin bertanya. Bagaimana cara sholat istikharah yang benar dan kapan waktu yang pas untuk melakukan sholat istikharah? Saya sudah melakukannya, tapi belum mendapatkan jawaban/hasil dari shalat istikharah itu sendiri.

Hamba Allah di SMP Al-Qalam

Jawab:

Shalat istikharah secara teknis tidak terlalu jauh berbeda dengan shalat sunnah lainnya. Jumlahnya 2 rakaat dan umumnya dilakukan pada malam hari seperti qiyamullail. Meskipun tetap boleh juga dilakukan kapan saja.Wa’alaikumsalam warohmatullah.

As-Sayyid Sabiq dalam Fiqhus-Sunnah mengatakan bahwa tidak ada ketentuan yang kuat tentang surat atau ayat apa yang secara khusus harus dibaca pada 2 rakaat istikharah itu. Juga tidak ada anjuran untuk mengulang-ulang ayat tertentu dalam suatu rakaat. Sedangkan doa mohon petunjuk itu sendiri dilakukan setelah shalat.

Di antara bacaan yang dianjurkan dibaca sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah lafaz berikut ini:

Allahumma Astakhiiruka bi ‘ilmika Wa Astaqdiruka biqudratika. Allahumma inkunta ta’lamu anna hazal amra khirun li fi diini wa ma’asyi wa ‘aqibatu amri, faqdirhu li wa yassirhu li tsumma baarik li fihi. Wa Inkunta ta’lamu anna hazal amra syarran li fi diini wa ma’asyi wa ‘aqibatu amri, fashrifhu ‘anni wa washrifni ‘anhu Waqdir liya khaira haitsu kaana. Tsummardhini bihi.

Maknanya adalah:
“Ya Allah, aku memohon petunjuk kebaikan kepada-Mu dengan ilmu-Mu. Aku memohon kekuatan dengan kekuatan-Mu. Ya Allah, seandainya Engkau tahu bahwa masalah ini baik untukku dalam agamaku, kehidupanku dan jalan hidupku, jadikanlah untukku dan mudahkanlah bagi dan berkahilah aku di dalam masalah ini.

Namun jika Engkau tahu bahwa masalah ini buruk untukku, agamakku dan jalan hidupkku, jauhkan aku darinya dan jauhkan masalah itu dari ku. Tetapkanlah bagiku kebaikan dimana pun kebaikan itu berada dan ridhailah aku dengan kebaikan itu.”

Teks doa ini bersumber dari hadits Jabir r.a. yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam kitab Shahihnya. Setelah itu silahkan sebutkan hajat yang memang dibutuhkan.

Namun yang harus dicatat bahwa materi yang dimohonkan petunjuk dari Allah SWT itu memang halal serta sama-sama punya alasan yang cukup realistis, baik secara syariah maupun secara keduniaan. Artinya analisa manusia harus sudah berjalan terlebih dahulu sebelumnya. Barulah bila memang sudah mentok dan di luar kemampuan perhitungan manusiawi, minta petunjuk kepada Allah SWT dengan shalat istikharah.

Maka tidak boleh shalat istikharah untuk memilih pacar sekedar untuk dikencani semata, sebab pacaran yang seperti itu haram hukumnya. Kecuali memilih calon pasangan hidup yang semua proses menuju ke pernikahannya tidak melanggar aturan syariah. Juga tidak ada istikharah bila pilihannya apakah harus korupsi atau tidak.

Bila belum ada petunjuk apa-apa setelah shalat istikharah, jangan langsung putus asa. Sebab kita berhadapan dengan Tuhan Yang Maha Agung. Kita tidak boleh sok mengatur-Nya. Barangkalil saja memang kita diminta untuk terus memohon petunjuk-Nya, bahkan mungkin diminta untuk meningkatkan iman serta mendekatkan diri kepada-Nya. Bukankah dahulu Nabi Zakaria terus menerus berdoa kepada-Nya hingga tua renta dan beruban? Namun doanya baru dikabulkan setelah beliau gaek.

Ia (Nabi Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdo’a kepada Engkau, ya Tuhanku.” (QS Maryam: 4).

Kalau doa seorang nabi baru dikabulkan oleh Allah SWT selama itu, bagaimana dengan kita yang hanya manusia biasa penuh dengan dosa-dosa? Padahal seorang nabi tidak punya dosa karena mereka adalah makshum atau telah diampuni doanya. Tentu tidak wajar bila kita menuntut ini dan itu kepada Allah Yang Maha Perkasa. Namun kita pun tidak boleh putus asa atas doa dan permohonan kita, sebab Tuhan Yang Maha Perkasa itu pun sudah menetapkan bahwa orang yang meminta kepada-Nya pasti akan diijabah.

Dan Tuhanmu berfirman, “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (QS Al-Mu’min: 60)
Ahmad Sarwat, Lc.
eramuslim
 

Sumber jawaban:  http://pgriciampea-smp.site90.net/BungaRampai/8/ibadah/cara.html

About these ads